Live Barista Kopi Tuni

200 Cup di HUT Kab. Seram Bagian Barat ke-22 Tahun

Menjadi bagian dari gerakan mengkopikan Maluku membuat kami merasa bertanggungjawab dalam setiap kolaborasi lintas jaringan.

Setelah dalam dua tahun terakhir kami menjalin kerjasama dengan Pemda Kab. Seram Bagian Barat dalam hal pemrosesan Dokumen Indikasi Geografis Kopi Tuni Huamual, kami pun berkesempatan diundang resmi oleh Bupati Asri Arman lewat instansi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah yang dipimpin Bpk. Azis Silouw dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten langsung di Pandopo Bupati, Piru.

Merasa dihargai dan dihormati sekaligus menjadi panggung promosi resmi, tim yang terdiri dari Yeni, Dev, Okky, Grein dan Trisman langsung hadir menuju kota piru pada tanggal 7 persis HUT Kabupaten. Walaupun cuaca agak mendung dan hujan ringan, persiapan tetap harus matang demi demonstrasi Kopi Tuni Huamual.

Air galon, SKM, froter dan paket peralatan seduh kopi manual bahkan darurat seperti kompor gas portable pun kami siapakan. Oleh karena target adalah 200 Cup, maka belanja operasional kali ini benar -benar menguras anggaran, belum termasuk beaya transportasi karena kami menggunakan kendaraan roda 4 dengan rute Ambon – Piru (PP).

Setelah sampai di salah satu penginapan lokal setempat, kami beristirahat sekaligus ngopi sambil teknikal meeting untuk agenda tanggal 8. Okky dan Grein live barista seduh manual bahkan hanya dalam durasi jam 8 pagi hingga jam 1 siang. Yeni menjadi pelayan sekaligus pencatatan orderan, sementara Dev dan Trisman aktiv melakukan diplomasi yang kebanyakan hanya menjawab pertanyaan para tamu terkait eksistensi dan pergerakan Kopi Tuni Huamual.

Ini adalah pertama kali dalam sejarah Pemda Kabupaten Seram Bagian Barat ketika mengadakan acara resmi/ seremonial dimana terdapat live seduh kopi dan para tamu bisa langsung memesan kopi secara gratis (difasilitasi oleh panitia). Banyak respon dari tokoh masyarakat, perwakilan BUMN dan OPD bahkan beberapa Anggota Dewan ketika mencicipi kopi. Kaget dan nyaris tidak percaya dengan citarasa kopi yang begitu nikmat.

Di sela – sela berlangsungnya agenda, para tamu undangan terlihat bolak balik meja barista, ada yang memesan lewat Yeni, ada yang sudah minum lebih dari 2 cup, ada yang melanggar antrian langsung mengambil kopi di atas meja, katanya untuk pimpinan mereka. Sempat kewalahan dalam melayani orderan, namun banyak yang melanggar antrian, akhirnya kami memutuskan untuk membuat kopi dengan cara 2x 6 cup dalam satuan Teko, Okky bahkan menyalakan kompor gas dan teko api agar kecapatan seduh bisa membantu melayani amukan orderan. Ya, tiga rangkap alat kopi seduh manual, dua listrik dan satu api, akhirnya bisa melayani lebih dari target yaitu 268 Cup.

Tidak hanya itu, kesempatan memutar dan menonton video atmosfir Kopi Tuni Huamual menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, dimana bukan panggung minum kopi yang ingin kami tonjolkan tetapi lebih dari itu, kami ingin bahwa seluruh mata para pemangku kepentingan menyadari potensi Kopi Tuni Huamual dan turut aktif berperan dalam mengkopikan Maluku, mengingat ini akan menjadi episentrum Maluku untuk pertama kali yang berproses dan memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) khusus kopoditi kopi varian single origin adalah dari Huamual, Kab. Seram Bagian Barat. (link berita resmi Pemda https://mediacenter.sbbkab.go.id/perkuat-identitas-dan-ekonomi-lokal-pemkab-luncurkan-kopi-tuni-huamual-dan-batik-khas-sbb/)

Ramah-tamah, kenalan dan tukar kontak tak luput dari antusias para tamu undangan dan yang paling antusias adalah dari perwakilan para Raja dan Kepala Desa dimana mereka mengulik peluang kerjasama terkait budidaya dan peluang pasar kopi berkelanjutan.

Tidak hanya pulang dengan gembira, kami justru harus selalu siap sedia jika sewaktu – waktu akan undang lagi dalam momen – momen daerah.

Show Kopi Tuni di Pandopo Bupati

Special thank’s to Kaban Litbang, Bupati, Panitia, Tamu undangan yang sudah membeli kopi kemasan walaupun masih prototipe dan tentu saja kepada seluruh tamu undangan yang turut mempublikasikan atmosfir Kopi Tuni Huamual.